
Sedu Anggrek ku di Samping Pusara
Aku prajurit
Yang takut mati
Saat musuh di depan
Meradang
Menyongsong peluru
Dan menghempaskannya
Di rawa
Di belantara hutan
Di tanah lapang
Dipuing-puing
Antara kemenangan
Dan penderitaan
Aku prajurit
Yang takut mati
Saat morfin tak lagi bekerja
Di atas lubang
Di tembus peluru
Antara darah ku
Dan perih mesiu
Dan aku prajurit
Yang lebih takut mati
Saat merah putih berkibar untuk ku
Dan terlipat rapi untuk Anggrek ku
Anggrek
Yang selalu setia untuk aku
Yang selalu menunggu aku
Berharap cemas aku pulang dan menimangnya
Bukan seperti sekarang
Hanya nama
Dan sebuah pusara
Yang bertuliskan
Nama ku.
Jogjaresah, 3 Oktober 2004
-Haryo-
Untuk pejuang tanpa nama, untuk mereka yang bersimbah darah dan air mata untuk Negara. Ataupun mereka yang sama sekali hancur jadi debu oleh mesiu, oleh perang, oleh lekangnya waktu, dan oleh kesombongan anak negeri yang lupa apa arti kemerdekaan bagi dirinya.
Posted by Hello

No comments:
Post a Comment