Monday, June 27, 2005

Illusions

Jauh lurup mata memandang

Di batas waktu

Antara hari dan malam

Sepertinya matahari juga enggan menunda untuk tenggelam


Sampan berayun menerawang di batas mega

Jingga di mata singgah di hati

Lelaki ini haru lalu bisu

Syahdu senja membakar sebuah kalbu


Mercury perlahan berpendar

Mengganti sorot cahaya mentari yang membutakan

Masih, lelaki ini berdiri

Menghibur diri


Kemuning senja laun menggema

Di udara yang pernah jadi saksi

Manis asih pada manusia ini

Lalu terkubur hingga sisa nanti


Bertanya ia lalu pada udara malam

Akankah sakit ini terobati?

Dengan pusaran waktu

Lalu tenggelam


Udara itu semakin dingin

Agar lelaki itu tahu

Dia tak sendiri

Dan dingin itu menyadarkan sebuah kesadaran.


-Haryo-

4 Juni 2003


dedicated for my best friend;Lusi

thanks for your advice girl, I can not give in now coz the river must flow a way and bring the life for others.

Sang Narsis buat Tikus - Tikus Negri

Sang Narsis


Dia mendengar

Suaranya sendiri


Dia perhatikan

Langkahnya sendiri


Dia peduli

Ambisinya pribadi


Dia mengagumi

Diri sendiri


Dia selalu

Percaya diri


Lalu dia mati

Sunyi sendiri


Sebab tak pernah mau berbagi.



Jogjagetas, 10 April 2005

-Haryo-


teruntuk mu yang tak pernah merasa…